Kota Bekasi - Terkait kontroversi anggaran rumah tangga Walikota Bekasi Tri Adhianto yang menyedot anggaran Rp1,5 miliar per tahun turut menuai komentar dari aktifis Sosial Kemanusiaan Kota Bekasi Frits Saikat.
Menurut Frits dirinya lebih menyoroti dari aspek Visi Jabatan dimata walikota Bekasi di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang terpuruk.
"Kalau menurut saya terpulang kepada Bapak Tri Adhianto, beliau ini lebih mengedepankan Pengabdian ataukah nafkah ? Kalau bicara pengabdian tentunya beliau akan jauh lebih bijak beretika, mengedepankan moralitas, mengedepankan kepatutan, dan lebih berempati dalam memanfaatkan fasilitas yang mungkin memang sudah disiapkan Pemerintah Kota Bekasi untuk Walikotanya, namun kalau beliau lebih mengedepankan nafkah artinya sah-sah saja beliau melakukan segala hal baik bahkan buruk sekalipun selama bisa mendapatkan pundi-pundi sebanyak mungkin, Bicara moralitas, kepatutan, etika, dan empati tentu saja apa yang dilakukan Bapak Tri Adhianto saat ini melanggar prinsip-prinsip Kepemimpinan yang mengedepankan Pengabdian bagi kesejahteraan masyarakat. Karena sementara di sisi lain banyak masyarakat Kota Bekasi yang hidupnya jauh dibawah sejahtera bahkan untuk rumahnya saja sudah tidak layak huni. Ini pemimpinnya malah mensiasati anggaran rumah tangga semaksimal mungkin untuk kepentingan pribadinya" ungkap Frits Saikat. Selasa (9/9/2025).
Dia mendesak walikota Bekasi Tri Adhianto untuk menunjukan sikap Kepemimpinan yang lebih mengedepankan Pengabdian terhadap warganya, daripada mengumpulkan pundi-pundi untuk kepentinga pribadinya.
"Nah saat ini saya lihat Tri Adhianto tidak mempunyai kepedulian terhadap kondisi warganya,"tandas nya.
(Red)


