-->

no-style

TIDAK TERASA SUDAH DI PENGHUJUNG BULAN SUCI RAMADHAN

Redaksi
, April 09, 2024 WIB Last Updated 2024-05-11T12:27:05Z

 


www.bintangnews.id

Bulan istimewa "Ramadhan" 1443 H sudah memasuki hari ke 28. kini tengah bersiap untuk pergi meninggalkan kita. Tidak ada yang mampu menghalanginya agar bertahan lebih lama,  kita mungkin baru menyadarinya atau memang tidak sadar sama sekali kalau ia pergi begitu cepat.

Saat ia pergi, mudah-mudahan kita telah melewatinya dengan amalan-amalan terbaik serta meraih berbagai keutamaan yang ada pada Ramadhan, diampunkan dosa dan juga diterima semua amal ibadah kita.

Sungguh tidak terasa kini sudah berada di penghujung bulan penuh berkah ini. Padahal, seakan baru kemarin ia menyapa. Ia berjalan seperti angin, berlalu begitu cepat. Tapi sayang, kita terlalu santai dan lambat meresponnya,  banyak waktu terlewati begitu saja. 

Semua umat muslim tahu bahwa Bulan Ramadhan merupakan salah satu bulan yang dimuliakan atau dikhususkan oleh Allah SWT. Segala perbuatan baik yang kita kerjakan di bulan ini akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT mulai dari sedekah, membayar zakat, puasa, dan segala amal shaleh lainnya yang kita kerjakan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Di dalam bulan Ramadhan terdapat salah satu keutamaan lain selain berpuasa, yaitu amalan di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim, no. 1175)

Momen ini adalah momen yang baik untuk banyak beramal dan memohon ampunan dari Allah SWT. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mencontohkan hal ini, beliau lebih semangat beramal di akhir-akhir Ramadhan. Ada dua alasan kenapa bisa demikian. Pertama, karena setiap amalan dinilai dari akhirnya. Kedua, supaya mendapati lailatul qadar.

Dalam hadits disebutkan,

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:- أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat. (HR. Bukhari, no. 2026 dan Muslim, no. 1172).

Allah menyebut keutamaan lailatul qadar,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 3-5).


Kini, waktu berpisah dengan Ramadan semakin dekat. Ramadhan akan kembali datang pada tahun berikutnya. Sementara kita belum tahu apakah akan kembali berjumpa dengan Ramadhan atau tidak. Hari-hari Ramadhan akan berakhir. Lakukan yang sempurna pada saat berpisah dengannya. Semoga Allah mempertemukan kita kembali dengannya dan semoga kita mendapat ampunan sebelum Ramadhan pergi, Amin Ya Rabb .

(Red)

Komentar

Tampilkan

  • TIDAK TERASA SUDAH DI PENGHUJUNG BULAN SUCI RAMADHAN
  • 0

Kabupaten