-->

no-style

BERATNYA ADMINISTRASI UNTUK MENJADI GURU PENGAJAR DENGAN ADANYA APLIKASI PMM DAN KMOB

Redaksi
, Maret 17, 2024 WIB Last Updated 2025-07-29T12:49:20Z

 

Foto Ilustrasi Guru mengajar di sekolah 

www.bintangnews.id 

Beratnya masalah administrasi Guru ASN se- Indonesia terutama dari BKM pusat(Badan Kurikulum Merdeka).

Ada platform yang memberatkan Guru itu seperti aplikasi, Guru di wajibkan mengisi PMM(Platform Media Mengajar), pengelolaan pengajaran Guru per tahun dua kali atau per enam bulan sekali,pengajuan dari tahun ajaran baru dari bulan Januari ke bulan Juni,lalu dari bulan Juli ke bulan Desember.


 menjadikan beban Guru yang harus banyak di isi melalui Aplikasi PMM,yang mana sebelumnya hanya memakai SPK yang lebih mudah untuk Guru, karena Aplikasi PMM di butuhkan banyak sertifikat dan lainnya.


Topik di aplikasi PMM harus di ikuti hingga kemudian aksi nyata,Aplikasi PMM itu dari Kemendikbud atau pusat.


Adapula yang dari Kota yaitu KMOB,itu harus di isi dengan laporan, 

kinerja ini harus di input setiap harinya kecuali hari libur tidak perlu input data KMOB.

laporan kinerja itu berikut lampiran file atau foto,di haruskan absen.

Datang dan pulang tidak boleh telat,kalau telat insentif akan di potong,hal ini terkesan insentif di berikan tidak dengan ikhlas,untuk wilayah Depok khususnya,tetapi tidak di Jakarta.

Untuk Guru Honorer hanya pakai Aplikasi PMM saja dari Kemendikbud, sedangkan KMOP untuk ASN.


Jadi kalau beban sudah banyak seperti itu Guru hanya banyak waktu di depan laptop saja dengan kuota yang tidak terbatas di haruskan mengisi Aplikasi tersebut.


Jadi Guru untuk memberi pelajaran moral ke anak didik menjadi tidak fokus,  terbengkalai akibat pengisian Aplikasi yang di kejar oleh waktu.


Itulah beban administrasi yang memberatkan Guru untuk mengajar anak didiknya,belum absennya,dan ijin  atau sakit berapa hari .


Lalu dari Kepala Sekolah sendiri ada yang di namakan supervisi, observasi.

Supervisi ini manual misalkan absensi murid,mutasi murid,juga daftar nilai murid.

Kalau Guru di haruskan membuat modul  untuk persiapan mengajar hari esok,belum lagi journal hariannya yang di periksa satu tahun dua kali.


PMM lebih berat lagi karena harus mencapai 32 point kalau di bawah 32 point bisa di delete jadi pegawai ASN dalam artian di pecat bisa jadi di nonaktifkan,sangat kacau jadi guru itu berlomba-lomba segala cara di lakukan.


Apasih tanggung jawab guru itu sebenarnya?

adalah mengajar atau mendidik dan mengayomi anak didiknya.

adanya Aplikasi PMM ini menjadikan Guru mengabaikan murid dan lebih fokus ke Aplikasi PMM saja.


Guru berlomba-lomba mengisi Aplikasi PMM ini guna kenaikan pangkat untuk bertahan dengan jabatannya.


Sebenarnya beban Guru itu adalah anak didik dan seharusnya lebih fokus ke anak didik bukan fokus ke Aplikasi PMM itu, Tugas awak Guru adalah mendidik dan menjadikan anak supaya berguna bagi Nusa dan Bangsa yang bermoral dan berakhlak mulia.

Lalu PMM itu manfaatnya apa sih? menurutnya untuk kenaikan pangkat lebih mudah ungkap guru yg tak mau di sebut namanya.


Minggu,17 Maret 2024 (Sumber dari Salah satu Guru yang tidak mau di sebut namanya)


Komentar

Tampilkan

  • BERATNYA ADMINISTRASI UNTUK MENJADI GURU PENGAJAR DENGAN ADANYA APLIKASI PMM DAN KMOB
  • 0

Kabupaten